Tentang Mindset



Bagikan melalui :

Tentang Mindset

Penulis : Drs. Psi. Reksa Boeana - Tanggal : 15-Jan-2024





Pikiran yang mencipta, mindset yang menentukan sikap dan Tindakan, keyakinan yang mewujudkannya. Mindset menjadi faktor penentu sikap dan Tindakan seseorang. Mindset adalah sekumpulan nilai yang diyakini sebagai benar, dan menentukan sikap Tindakan seseorang.

Pembentukan mindset dimulai setelah anak mengenal dan memahami arti Bahasa. Awal pembentukan di usia 7 tahun dan mengeras pada usia 14 tahun. Disinilah yang membedakan individu dalam bereaksi terhadap suatiu persoalan. Dalam brain stem terdapat jaringan syaraf yang membentuk Reticular Activating System, yang berfungsi ketika manusia berada dalam kesadaran, yang menentukan kemampuan individu untuk focus dan menentukan Tindakan atau respon fight or flight. Disinilah yang mencipatakan identitas individu berbeda dari individu satu dengan lainnya.

Pengetahuan yang dimasukkan dan bertentangan dengan nilai yang telah diyakini, maka akan ditolak. Orang paham bahwa malas adalah tindakan negatif, malas tak menghasilkan ketrampilan dan kebaikan hidup, malas juga tak membuat kita hidup berkecukupan di masa depan. Tetapi orang yang memiliki mindset malas adalah menguntungkan, membahagiakan karena telah tertanam melalui kebiasaan dilayani, makai a tetap mempertahankan kengganan mengambil tindakan segera.

Robert T Kiyosaki menuliskan dalam bukunya Rich Dad- Poor Dad. Dimana orang tua miskin mengajarkan anaknya menjadi miskin. Sedangkan orang kaya mengajarkan anaknya menjadi kaya. Secara logika taka da orang tua yang mengajarkan anaknya menjadi miskin dan memiliki kehidupan susah. Tetapi kebiasaan dan perkataan orang tua yang miskin dan orang tua yang kaya berbeda. Nilai inilah yang diterima oleh anak dan menjadi pegangan keyakinannya.

Tak ada kesalahan dari orang tua kita, mereka semua mengajarkan kebaikan bagi anaknya dengan cara mereka masing-masing. Kita juga tak bisa menyalahkan orang tua yang telah membesarkan kita dengan penuh perjuangan. Mereka menginstall nilai ke dalam pikiran kita maka kita juga bisa meng-uninstall dengan pikiran kita. Ketika program diinstall maka kita juga bisa melakukan reprogramming atas pikiran kita.

Bagaimana nilai baru dapat diprogramkan? Tentunya individu harus memiliki kepercayaan tentang siapa yang melakukannya, apakah ia percaya pada orang tersebut? Kepercayaan tentang apa yang dipelajari dapat diterima oleh logikanya. Ketika itu sudah bisa diterima, apakah individu dapat melakukan program ulang untuk memiliki nilai kerja yang baik?

Ternyata tidak semudah itu. Apa yang disampaikan sesekali tak akan mempengaruhi pikiran bawah sadar. Apa yang dilakukan, meskipun mengandung nilai kebenaran tetapi sulit mengubah sikap Tindakan individu, meskipun bisa diterima oleh logikanya. apa yang dilakukan sesekali, tak akan bisa mengalahkan yang telah diterima berulang kali, sepanjang hidup karyawan.

Ada 5 cara yang mampu membentuk mindset yaitu :

  1. Keluarga

Keluarga memiliki nilai kepercayaan yang tinggi. Individu tentu lebih memperhatikan apa yang disampaikan keluarga. Penyampaian yang berulang kali, akan diterima sebagai suatu hal yang penting yang perlu menjadi perhatian dan diharapkan dijalankan. Sayangnya keluarga kita saat inim tak pernah lagi mengulang perkataan tentang fokus kerja, kerja tanggung jawab, jujur dllsb. Ketika dimasa kecil seringkali orang tua mengulang-ulang apa yang disampaikan agar bisa diterima oleh individu.

 

  1. Kelompok

Kelompok dimana karyawan sering bertemu dan berkumpul sangat menentukan apa yang diyakininya. Individu juga memilih kelompok sesuai dengan mindsetnya. Ketika ia harus berubah dengan kelompok yang lebih positif, tentu ada keengganan. Kelompok tentu menyampaikan nilai yang sama secara terus menerus. Oleh karena itu karyawan lebih percaya pada kelompoknya dibanding pada atasannya.

 

  1. Tokoh Idola

Siapa yang diidolakan akan mudah mempengaruhi individu. Gaya tokoh yang diidolakan sangat berpengaruh pada individu. Apa yang diucapkan juga mudah diterima dan mampu mengubah sikap dan tindakan individu. Berapa banyak karyawan yang membaca kisah orang-orang sukses dalam bekerja dan karir?

 

  1. Repetisi

Repetition is a magic power. Repetisi yang ciptakan kebiasaan, keahlian, kecepatan. pengulangan yang mampu menciptakan karakter. Taburlah pikiran maka kita menuai Tindakan. Taburlah Tindakan, kita mampu menuai kebiasaan. Taburlah kebiasaan maka kita menuai karakter. Taburlah karakter, kita dikenal dengan nya dan inilah yang melahirkan kepercayaan dan sukses.

 

  1. Hipnosys

Hipnosys adalah salah satu cara untuk masuk dalam alam bawah sadar. Cara ini mampu mengubah nilai dan keyakinan dengan lakukan reprogramming. Namun berapa banyak nilai dan keyakinan yang harus diubah? berapa sesi hipnosys yang dibutuhkan. Umumnya banyak menggunakan model repetisi dengan self hipnosys.

 

Berdasar 5 hal yang dapat mengubah mindset maka repetisi yang paling tepat dilakukan. Banyak perusahaan melakukan repetisi nilai-nilai kerja dengan hafalan. Model transformasi nilai melalui doktrin. Tetapi kedalaman pengaruhnya tidak terlalu dalam. Model transformasi melalui doktrin bisa diterapkan, agar leader menjadi mudah untuk memberikan pembinaan dan mengingatkan karyawannya.

Berbagai Teknik pengulangan dapat dilakukan oleh rekan HRD, seperti affirmasi, self talk, incantation, effort less, terapi berpikir positif, menyusun gambaran cerita sukses seperti yang diajarkan oleh banyak motivator. Namun keberhasilannya dapat dirasakan oleh individu, pelaksanaannya sulit dimonitor oleh HRD, komitmennya ada pada masing-masing individu. Umumnya mereka yang menghendaki hidupnya berubah, bersedia menjalankan.

Kami berusaha untuk menciptakan alat bantu pelatihan efektif, efisien, dapat di monitor, dan terukur. Berdasar konggres HRD internasional tahun 1992 di singapore, kami mendapatkan Teknik yang kami pandang sangat luar biasa dalam mengubah dan mengajak seseorang untuk berpikir, yaitu Action learning. Namun kami sudah ujicoba menerapkan Teknik ini di 4 perusahaan selama 6 bulan, hasilnya banyak leader yang kurang sabar untuk memberikan bimbingan agar pikiran karyawan yang bekerja untuk menghasilkan ide perbaikan. Banyak leader yang langsung memberi tahu apa yang harus dikerjakan.

Oleh karena itu alat ini kami beri nama Active Learning. Sesuai Namanya maka karyawan yang melakukan Latihan terhadap studi kasus dan soal yang diberikan, mereka berpikir aktif. Pengulangan yang dilakukan mampu menciptakan kebiasaan berpikir. Target pencapaian materi yang menentukan mereka membentuk kesabaran dan ketelitian. Tanpa memberikan training tentang ketelitian, peserta yang berlatih melalui program ini menjadi teliti. Sedangkan materi yang diberikan, mampu membentuk sikap open mind yang menjadi dasar bagi karyawan untuk bertumbuh dan berkembang.

Kami terus mendesain soal dan studi kasus agar terjadi percepatan transfer pengetahuan tentang cara peningkatan produktifitas. 16 tahun telah berlalu, kini kami telah mendisain 6500 soal lebih untuk berbagai pekerjaan. Tentu saja kemampuan kami mendisain tidak sebanyak itu, tetapi peran HRD dalam memberikan hasil TNA nya sangat memacu semangat untuk terus berkarya. Kini program dapat kami aplikasikan tanpa kewajiban kami melakukan kunjungan.

Saat ini kami masuk ke para mahasiswa. Kami perlu memahami kesulitan yang dihadapi oleh mahasiswa dalam memahami materi yang kelak akan membuat percepatan mereka menguasai pekerjaan yang kelak dipercayakan pada mereka. Materi lebih cepat dipelajari oleh mereka yang telah bekerja, oleh karena itu kami berikan garansi pemahaman melalui :

  1. Penambahan materi yang lebih mudah untuk dipahami
  2. Menyusun mindmapp agar bisa memperoleh gambaran situasinya dalam pikiran.
  3. Mendesain e-book yang dibutuhkan sesuai dengan permasalahan yang disampaikan
  4. Memberikan konsultasi free
  5. Menyusun troubleshooting, yang berisi kasus dan jawabannya.

Tugas HRD tak ada yang bisa menggantikan, HRD yang menciptakan kemajuan di perusahaan dengan disain pelatihan dan pengembangannya. Tak ada alat yang mampu menggantikan fungsi hrd, kecuali yang dilakukan bersifat clerical. Mari terus kembangkan SDM Indonesia, untuk menjadi SDM Unggul dan memajukan produktifitas.

Salam improvement.


Bila bermanfaat, bagikan melalui :