Program Yang Baik Itu...



Bagikan melalui :

Program Yang Baik Itu...

Penulis : Drs. Psi. Reksa Boeana - Tanggal : 15-Jan-2024





Perlu disadari sebaik apapun program didesain, tetap saja ada penolakan dari karyawan. Kriteria program yang baik bukan berdasar penerimaan karyawan, tetapi tujuan dan manfaat dari program yang didesain bagi perusahaan dan karyawan, hasil program terukur sehingga bisa diketahui perbaikan yang terjadi. Penolakan terjadi karena karyawan sudah berada pada kondisi nyaman.

Semua program HRD mulai dari rekrutmen, seleksi, orientasi, remunerasi, penilaian prestasi, struktur dan skala upah, penempatan dan konsultasi karir, sistem incentive dan bonus, penentuan KPI, tidak mendapatkan penolakan yang berarti tetapi program HRD berkaitan dengan pembelajaran perlu dimasukkan dalam persyaratan untuk jabatan, persyaratan remunerasi atau persyaratan kelanjutan kontrak agar tak dibutuhkan sistem denda untuk menjalankan program. 3 syarat program bisa berhasil meningkatkan produktifitas adalah ada pengukuran, umpan balik dan konsekuensi.

Selama program didesain berupa Latihan, praktek dan pembiasaan, maka tak pernah ditemui adanya kegagalan. Dalam program leadership, kami cantumkan money back guarantee, karena kami yakin pasti terjadi peningkatan skill, disiplin dan produktifitas karena yang diajarkan bukan memberikan materi melalui training tetapi leader lakukan Latihan dan praktek. Sehingga semua leader mengalami perubahan.

Mengapa masih ada penolakan? Seringkali karyawan tak bersedia jalankan program ketika tak dirancang konsekuensi bagi mereka. Mengapa program belajar paling sering mendapatkan penolakan? Memang sudah menjadi sifat alamiah manusia, sejak manusia kecil hadir di muka bumi. Seorang anak lebih suka bermain daripada belajar. Disuruh belajar, mereka enggan dan tak lakukan tanpa diberikan ancaman. Manusia tahu, bahwa tanpa belajar mereka tak akan capai hidup lebih baik, tetapi untuk membentuk sikap belajar diperlukan konsekuensi yang tepat.

Ketika karyawan hanya diberikan beban untuk meningkatkan pengetahuan tetapi tak ada konsekuensi yang mereka dapatkan maka tak ada hasil yang efektif dalam peningkatan produktifitas. HRD perlu membuat sistem dimana bobot keahlian seseorang yang telah menjalani Pendidikan atau pelatihan berbeda dengan yang belum selesaikan tugas belajarnya. Pemberian incentif atau bonus dihitung berdasar bobot dari karyawan masing-masing. Dengan strategi demikian tentu perusahaan tidak mengeluarkan biaya kecuali terjadi peningkatan produktifitas.

Salam improvement


Bila bermanfaat, bagikan melalui :