Bagikan melalui :
Perlu disadari sebaik apapun program didesain,
tetap saja ada penolakan dari karyawan. Kriteria program yang baik bukan
berdasar penerimaan karyawan, tetapi tujuan dan manfaat dari program yang didesain
bagi perusahaan dan karyawan, hasil program terukur sehingga bisa diketahui
perbaikan yang terjadi. Penolakan terjadi karena karyawan sudah berada pada
kondisi nyaman.
Semua program HRD mulai dari rekrutmen,
seleksi, orientasi, remunerasi, penilaian prestasi, struktur dan skala upah,
penempatan dan konsultasi karir, sistem incentive dan bonus, penentuan KPI,
tidak mendapatkan penolakan yang berarti tetapi program HRD berkaitan dengan
pembelajaran perlu dimasukkan dalam persyaratan untuk jabatan, persyaratan
remunerasi atau persyaratan kelanjutan kontrak agar tak dibutuhkan sistem denda
untuk menjalankan program. 3 syarat program bisa berhasil meningkatkan
produktifitas adalah ada pengukuran, umpan balik dan konsekuensi.
Selama program didesain berupa Latihan,
praktek dan pembiasaan, maka tak pernah ditemui adanya kegagalan. Dalam program
leadership, kami cantumkan money back guarantee, karena kami yakin pasti
terjadi peningkatan skill, disiplin dan produktifitas karena yang diajarkan
bukan memberikan materi melalui training tetapi leader lakukan Latihan dan
praktek. Sehingga semua leader mengalami perubahan.
Mengapa masih ada penolakan? Seringkali
karyawan tak bersedia jalankan program ketika tak dirancang konsekuensi bagi
mereka. Mengapa program belajar paling sering mendapatkan penolakan? Memang
sudah menjadi sifat alamiah manusia, sejak manusia kecil hadir di muka bumi.
Seorang anak lebih suka bermain daripada belajar. Disuruh belajar, mereka
enggan dan tak lakukan tanpa diberikan ancaman. Manusia tahu, bahwa tanpa
belajar mereka tak akan capai hidup lebih baik, tetapi untuk membentuk sikap
belajar diperlukan konsekuensi yang tepat.
Ketika karyawan hanya diberikan beban untuk
meningkatkan pengetahuan tetapi tak ada konsekuensi yang mereka dapatkan maka
tak ada hasil yang efektif dalam peningkatan produktifitas. HRD perlu membuat sistem
dimana bobot keahlian seseorang yang telah menjalani Pendidikan atau pelatihan
berbeda dengan yang belum selesaikan tugas belajarnya. Pemberian incentif atau
bonus dihitung berdasar bobot dari karyawan masing-masing. Dengan strategi
demikian tentu perusahaan tidak mengeluarkan biaya kecuali terjadi peningkatan
produktifitas.
Salam improvement
Bila bermanfaat, bagikan melalui :