Bincang Masalah Pensiun



Bagikan melalui :

Bincang Masalah Pensiun

Penulis : Drs. Psi. Reksa Boeana - Tanggal : 16-Jan-2024





Kami ajukan pertanyaan ke HRD, ketika HRD mengajukan nama karyawan yang akan pensiun tahun depan kepada direksi, kira-kira bagaimana tanggapan direksi? wah jawabannya bisa buruk buat kita pak. Lo kan sudah disampaikan 1 tahun sebelumnya? kita sudah jalankan tugas kita, lalu dengan cara apa kita jalankan tugas dengan baik?

Ingat the next process adalah definisi customer yang harus dipuaskan. Ketika customer komplain berarti ada yang salah. Disinilah HRD perlu menetapkan strategi dan kebijakan berkaitan dengan pensiun, dimana kebijakan yang dibuat tentu sejalan dengan strategi dan sasaran perusahaan. Jika 1 tahun sebelumnya diinformasikan, anda berkeyakinan direksi komplain, bagaimana dengan 5 tahun, bagaimana dengan 10 tahun sebelumnya. Waktu yang Panjang, memberikan ruang berpikir direksi untuk mengambil keputusan dengan lebih baik.

Bagaimana jika direksi lupa? laporan yang dibuat HRD kan tidak sekali, tidak hanya diberitahukan karena ada kepentingan. HRD tentu buat laporan tahunan ke direksi, disinilah sejak ditetapkan untuk disampaikan, maka data karyawan yang akan pensiun terus disampaikan hingga terjadi keputusan Langkah apa yang diperlukan. Tindakan demikian sebetulnya juga kurang tepat, kita sebagai professional membebani direksi untuk menyelesaikan masalah yang seharusnya menjadi urusan kita. Jauh lebih baik HRD membuat strategi dan kebijakan yang disepakati lebih dulu oleh manajemen, sehingga memudahkan HRD dalam menjalankan tugasnya.

Bagaimana jika kebijakan yang dibuat bertentangan dengan Undang-undang ketenagakerjaan, karena manajemen menghendaki efisiensi. Disinilah pertimbangan-pertimbangan HRD dibutuhkan, expertise HRD berperan. Hal terpenting juga tidak melanggar prinsip kemanusiaan. Buatlah kebijakan yang sifatnya win win.

Pak kebetulan ada karyawan kita yang sudah melewati usia pensiun, bagaimana kita memproses pensiunnya. Sudah jelas direksi tak bersedia untuk memberikan pensiunnya karena sekarang dia sudah memilih untuk melindungi karyawan terutama karyawan yang melakukan penyimpangan. Wah ini namanya di todong. Pendapatmu bagaimana, kan sudah menyelesaikan materi ini dalam active learning dan saya juga sudah ingatkan untuk memberikan perhatian pada karyawan yang mendekati usia pensiun atau habis masa kontrak PKWT (sudah kami tulis sebelumnya).

Coba panggilkan yang bersangkutan. Selamat siang bapak, bagaimana kondisi bapak? sehat. Usia bapak sudah hamper 70 tahun, tepatnya nanti bulan Februari 2023. Saya panggil bapak, ingin bincang persiapan bapak ketika bapak pensiun. Kenapa saya tanyakan ini? karena saya memiliki keyakinan bahwa bapak tidak akan dilanjutkan kerjanya, dan berakhir di tahun ini. Seandainya direksi mengambil keputusan, saya harap bapak sudah siap,

Saya berterima kasih pak, melalui program active learning saya kini tercipta kebiasaan terus berpikir bagaimana kelanjutan hidup saya saat tidak bekerja. Sekarang saya sudah memulai untuk ternak kambing, ayam dan bebek. Tetapi karena saya masih bekerja, maka saya tak bisa memelihara cukup banyak dan focus untuk mengembangkan. Kambing saya pernah capai 22 ekor dan saya jual, saya sisakan 4 ekor saja. Sehingga tidak memberatkan.

Bagaimana bapak menyiapkan makanannya, apakah ternak bapak diberi makan rumput? Inikan butuh tenaga, sedangkan usia bapak, maaf sudah lanjut. Berat pak kalo dikasih makan rumput segar. Saya gunakan damen padi pak dan membuat silase sehingga makanan selalu tersedia dan saya bisa minta orang mengerjakannya. Terus apa lagi yang telah bapak lakukan. Ya bagaimana bapak melakukan pengelolaan kambing. Saya sudah punya rekanan yang membantu, saya kenal di facebook. Waktu kambing saya sakit, saya berkonsultasi ke rekan saya. Mereka menyarankan tidak perlu diberi obat, berikan air kelapa muda saja 2 butir. Sembuh pak, Ok, saya yakin bapak sudah siap untuk pensiun, karena bapak sudah punya cara untuk mengembangkannya.

Kalo saya tanya, usia pensiun seharusnya diusia berapa? (prinsip mengubah, mengajak dan mengarahkan adalah gunakan keyakinan yang ada padanya). Usia 60 pak (kita tak perlu berdebat tentang berapa usia pensiun menurut PP). Sekarang usia bapak, 70 tahun. Berarti bapak sudah diberi bonus 10 tahun oleh manajemen atau 120 kali gaji, meskipun performance bapak tidak seperti dulu. Jadi perusahaan sudah beri lebih ke bapak. Apa ada permintaan atau pertanyaan yang ingin bapak ajukan?

Saya ada satu permintaan pak. Beri kesempatan saya untuk tetap bekerja disini hingga anak saya lulus sarjana. Berapa lama yang bapak butuhkan? tidak lama pak, hanya sampai bulan Agustus 2023 ini saja pak. Berarti bapak membutuhkan 7 kali gaji ya, untuk membiayai kuliah anak bapak. Sang bapak sangat berterima kasih atas pembinaan selama ini. Inilah peran HRD dalam mengembangkan karyawan, tidak hanya sampai pada peningkatan skill kerja tetapi karyawan memiliki ketrampilan hidup lebih baik, dan itu cukup dengan tertib jalankan program Latihan berpikir Active Learning.

Sebagai HRD kita tetap bekerja professional. Ajukan dana pensiun yang harus disiapkan terhitung sejak karyawan masuk kerja, kemudian hitung pula dana pensiun sejak karyawan diangkat sebagai karyawan tetap. Bagaimana kalo direksi tidak menyetujuinya? Patokan kita adalah besaran 7 kali gaji, sehingga kita bisa membantu karyawan tersebut membiayai kuliah anaknya. Jika tidak bagaimana? apakah HRD punya kekurangan atau kesalahan yang dilakukan yang bersangkutan. Ada pak. Dia diindikasi terlibat pengambilan solar dan menjual barang afkir, ini masih saya simpan kasusnya. Wah cerdas . Saluut

Salam improvement


Bila bermanfaat, bagikan melalui :