Keajaiban Pengulangan



Bagikan melalui :

Keajaiban Pengulangan

Penulis : Drs. Psi. Reksa Boeana - Tanggal : 17-Jan-2024





Alam semesta diciptakan untuk terus bergerak, berputar dan melakukan pengulangan sehingga semua bisa berada pada orbitnya, semua terjaga keseimbangannya dan terjaga ritme dan keteraturannya. Hidup melalui pengulangan, seorang anak terlahir dengan tak berdaya, dan kembali menjadi tak berdaya ketika diusia senja. Hari terus berganti, tetapi ada pengulangan yang terjadi. Waktu juga terus berubah dan tak bisa dihentikan, tetapi juga melakukan pengulangan. Kegiatan manusia juga mengalami pengulangan : tidur, bangun, makan, kerja, pulang, istirahat dan tidur kembali.

Mengapa diciptakan pengulangan? Bahkan dalam kitabnya juga berisi pengulangan. Kata hari terdapat 365 kali disebut. Sedangkan kata bulan disebutkan 12 kali. Kata dunia disebutkan sebanyak 115 kali, ternyata kata akhirat juga disebutkan 115 kali. Kata Malaikan disebutkan 88 kali, kata iblis juga disebutkan 88 kali. Kata surge disebutkan 77 kali demikian pula dengan kata neraka ada 77 kali pengulangan. Nampak ada keseimbangan yang disajikan, ada keadilan yang digambarkan, kitalah yang menentukan pilihan yang baik dan yang buruk. Kita penentu nasib dan masa depan diri kita. Bukankah setiap Tindakan perlu diukur 2 kali, timbanglah dan timbanglah.

Kita juga paham bahwa semua keahlian terlahir karena pengulangan. Pengulangan menghasilkan kecepatan, semakin banyak dan semakin terbiasa kita melakukannya maka menjadi semakin cepat. Pengulangan menghasilkan kekuatan, pertama kali lakukan angkat karung besar terasa berat dan kita tak memiliki kekuatan. Tetapi pengulangan melahirkan kekuatan yang luar biasa. Pengulangan menciptakan kebiasaan, dan kebiasaan melahirkan karakter yang membawa kita pada keberhasilan.

Namun pesan itu tak hanya hal positif tetapi disajikan berimbang. Kita penentu dalam memilik yang positif yang baik atau yang negative (buruk). Tetapi yang mendatangkan hasil adalah pengulangannya. Ketika kita memilih berteman dengan orang-orang pesimis, orang-orang yang senang bergosip, maka kita akan terus mendapatkan banyak informasi negative dimana suatu saat juga akan berpengaruh pada sikap dan Tindakan kita. Ketika kita memilih bacaan yang kurang bermanfaat, perkataan-perkataan buruk maka akan juga berpengaruh pada sikap dan Tindakan kita.

Siapa yang memiliki tugas untuk terus mengingatkan, dan tak cukup dengan menyampaikan yang benar tetapi dibutuhkan kesabaran agar dapat wujudkan hasil. Sebagian Leader merasa sudah pernah menyampaikan, sudah cukup paham karyawan karena penjelasannya, merasa karyawannya sudah paham meskipun masih ada saja kasus penyimpangan yang terjadi. Sebagian yang lain menghendaki sesuatu hal baru yang harus disampaikan pada karyawan tanpa mempertimbangkan kondisi dan kasus penyimpangan yang ada. Sebagian lainnya, menyadari bahwa mengulang perkataan tak cukup untuk mengubah sikap dan Tindakan karyawan. Perlu sikap sabar.

Sebaliknya dibidang HRD juga merasa telah memberikan pelatihan, merasa materi yang diberikan sesuai dengan kebutuhan, merasa bahwa tugas HRD selesai ketika sudah mendisain pelatihan dan mewujudkan terealisasinya pelatihan sesuai jadual. Pembinaan menjadi tugas pengawas, leader yang bertanggung jawab untuk memberikan pembinaan pada bawahannya.

Jika situasinya demikian maka semua pihak telah melakukan tugasnya dengan baik, meskipun hasil yang dicapai belum optimal. Masih ada yang bisa dilakukan, masih ada peluang perbaikan yang perlu dilakukan, masih ada evaluasi yang perlu dijalankan dan yang lebih utama adalah evaluasi atas diri sendiri. Karena kekuatan besar yang ada didalam diri yang mampu mengubah semua itu menjadi lebih baik.

Sebagian HRD lainnya, bersedia turun tangan dengan tak bosannya memberikan pengulangan dalam menyampaikan materi. Terus mengingatkan karyawan untuk berubah. Ada juga yang lakukan Tindakan cerdik dengan kembangkan dan jalankan fungsi coaching and counseling terjadual dan terpantau. HRD cerdik lakukan Langkah tepat untuk hasilkan perubahan dengan monitoring dan membuat komitmen beserta konsekuensinya Bersama karyawan.

Kita sadari perkataan yang disampaikan tak membuat orang berpikir kecuali perkataan yang menyakitkan. Ya perkataan demikian, terus dipikirkan karena sifatnya negatif. Tak ada manfaat kebaikan tetapi tetap dijalankan. Berpegang pada prinsip I Hear I Forget maka perlu didisain pelatihan yang membuat karyawan berpikir. Sesuatu yang selalu dipikirkan maka berpeluang untuk dapat diwujudkan.

Berdasar atas hasil yang pernah dilakukan dan identifikasi perilaku leader dalam membimbing karyawan serta dampak pelatihan yang dilakukan bersifat sementara kecuali yang bersifat teknis maka kami menggagas disain Latihan berpikir Active Learning, yang bekerja pada sumber masalah. Bukan hanya sekedar mengatasi masalah. Sumber masalah ada pada diri karyawan, berupa mindset yang ditanam selam kehidupannya. Disinilan keajaiban repetisi, keajaiban pengulangan diperlukan dalam membentuk mindset, keyakinan yang berpengaruh pada sikap dan Tindakan kerja karyawan. Lakukan pengukuran atas dampak perubahannya.

Salam improvement.


Bila bermanfaat, bagikan melalui :