Fokus Pengembangan



Bagikan melalui :

Fokus Pengembangan

Penulis : Drs. Psi. Reksa Boeana - Tanggal : 22-Jan-2024





Ketika semua orang dalam perusahaan fokus pada pengembangan maka terjadi pengembangan yang diharapkan. Fokus menentukan hasil. Tentu saja semua diawali dengan disain pelatihan pengembangan yang diprakarsai oleh team HR. Fokus menciptakan budaya belajar melalui learning organization maka yang akan diciptakan adalah pengembangan kinerja, bisnis dan perusahaan.

HR yang telah lakukan identifikasi kebutuhan pelatihan dan menyusun materi dalam program Active Learning Management System (LMS), maka akan terjadi pembelajaran secara e-learning. Dimana model pembelajaran melalui Learning Management System (LMS) mudah digunakan, mudah dilakukan penyesuaian dan mudah ditambahkan sesuai dengan kebutuhan.

Di awal tentunya kerja keras HR dalam lakukan identifikasi kebutuhan, mengevaluasi disain materi yang telah dibuat, memberikan masukan-masukan yang diperlukan untuk semua area jabatan mulai dari karyawan hingga level leader yang ditetapkan sebagai sasaran pelatihan.

Setelah HR menyeleaikan tugas untuk mengidentifikasi dan mendisain pelatihan, maka melalui Learning Management System (LMS), maka pekerjaan pengembangan telah diatur untuk semua level dan semua bagian di perusahaan. HR dapat bekerja lebih tenang karena tugas yang diharapkan untuk pengembangan telah dilakukan. Model Active Learning Management System (LMS) dapat digunakan untuk seluruh karyawan, dan karyawan baru juga akan mengikuti prosedur pengembangan yang ditetapkan. Team HR fokus pada pengembangan.

Bagaimana dengan karyawan? Karyawan fokus untuk membentuk sikap belajar melalui penugasan dalam program Active Learning Management System (LMS). Mereka diharapkan mampu menyelesaikan target penugasan belajarnya. Kita sadari bersama bahwa sumber perbaikan adalah masalah, penyimpangan, kesalahan, complain pelanggan, usulan perbaikan dan belajar dari praktek terbaik (benchmark). Karyawan yang telah menyelesaikan penugasannya, tentu telah tahu macam penyimpangan, macam kasus yang dibahas dalam program Active Learning. Pengulangan untuk mampu menyelesaikan penugasan belajar membuat karyawan menjadi hafal, bahkan tumbuh pemahamannya. Dengan cara kerja ini maka karyawan juga fokus pada pengembangan.

Leader juga mendapatkan penugasan belajar yang disusun sesuai kebutuhan. Tak cukup dengan pengerjaan materi pada program Active Learning management system, leader perlu juga melakukan serangkaian Latihan dan praktek. Karena tanpa Latihan dan praktek, sulit bagi leader untuk meningkatkan ketrampilan leadershipnya. Pengetahuan tak mengubah kebiasaan. Latihan yang membentuk peserta latih mengalami kemajuan. Leader juga fokus pada pengembangan.

Ketika semua eksponen perusahaan fokus pada pengembangan, sudah selesaikah tugas pengembangan? BELUM. HR masih memiliki tugas untuk mengukur dampak pelatihan melalui Active Learning Management System (LMS). Dalam mengukur HR perlu menetapkan macam perbaikan yang menjadi prioritas dan tentunya ini disesuaikan dengan materi apa yang diberikan penugasan awal.

Ketika hasil pengukuran masih perlu ditingkatkan maka HR melakukan identifikasi macam kasus atau penyimpangan yang masih terjadi atau identifikasi kebutuhan pengembangan lainnya yang diperlukan. Dalam evaluasi, perlu juga dilakukan analisa peran leader dalam menjalankan penugasan praktek yang diberikan. Umumnya leader yang kurang dalam menjalankan penugasan praktek akan mendapatkan hasil perbaikan yang lebih rendah disbanding dengan lainnya. Bukti bahwa umpan balik sangat dibutuhkan dalam proses perbaikan.

Semua fokus pengembangan, terjadilah apa yang diperjuangkan dengan kesungguhan oleh seluruh tim perusahaan, bahwa mereka berjuang demi perbaikan nasib. Konsekuensi ini juga perlu diatur dalam strategi dan kebijakan SDM. Sehingga semua orang yang menunjukkan performance tentu mendapatkan lebih. Dan yang tertinggal akan tersingkirkan. Pay for performance.

 

Salam improvement


Bila bermanfaat, bagikan melalui :