Bagikan melalui :
Setelah sessi sharing pengalaman dan
Latihan mock selling, seorang sales datang menghampiri. Ia ingin konsultasi
untuk meningkatkan penjualannya, ia setuju dengan prinsip give and receive,
hanya yang memberi, berhak untuk mendapat. Memberi disini bukan hanya
bersedekah, berinfaq atau memberi dalam bentuk materi,
Memberi juga semangat untuk berbagi.
Memberi berarti ada niat yang ia bentuk dalam berinteraksi dengan orang lain.
Memberi dimulai dengan komunikasi intrapersonal sebelum menjalin relationship,
sebelum menawarkan produk pada pelanggan.
Sales girl menyampaikan bahwa ia ingin bisa
memberi ibunya. Niatan yang bagus. Mengapa kamu menyampaikan ke saya? karena
saya ingin memberi beliau 1,5 juta. Kan bapak tahu sendiri, kalo saya masih
baru disini. Bagaimana saya bisa memberikan sesuai niatan saya. Semua butuh
proses, keyakinan untuk memberi, dapat diwujudkan karena keyakinanlah yang
mendatangkan hasil sesuai dengan apa yang kita harapkan.
Orang tua sebetulnya hanya butuh perhatian
dari kita. Mereka tak pernah menuntut anaknya sejumlah uang. Mulailah dengan
yang kamu bisa. Sekarang mampu sebesar 200 ribu, itu sudah bagus. Orang tua
merasa diperhatikan oleh anaknya. Langkah awal komunikasi intrapersonal untuk
berbagi sudah dilakukan.
Berikutnya adalah membangun komunikasi
intrapersonal dengan calon customer. Siapa yang menjadi target kamu agar kamu
mendapatkan apa yang diharapkan den bisa memberikan kepada ibumu? Mengapa kamu
harus menjual kesana? salesgirl menjelaskan ia customer potensial, jumlah
truknya cukup banyak dan juga berbisnis olie, serta sejumlah alasam yang
intinya adalah untuk kepentingan salesgirl sendiri.
Komunikasi intrapersonal awal dengan ibu
sudah bagus. Sesuai prinsip bahwa manusia memiliki fitrah membahagiakan manusia
lain, orang-orang dimana semesta kita berada. Tetapi komunikasi intrapersonal
dengan calon pelanggan, ini lebih menitik beratkan bagi keuntungan salesgirl
bukan berorientasi keuntungan buat calon pelanggan.
Sudah berapa kali kamu kunjungan kesana.
Apa tanggapan calon customermu? Pada intinya ia sampaikan stock masih ada, saya
belum membutuhkan. Padahal pada kunjungan kledua, saya tahu ia mengambil dari
distributor lain.
Apa prinsip yang dapat menjelaskan ini ?
Customer membeli bukan karena kepandaian kita berbicara, bukan pengaruh
penguasaan product knowledge, bukan pula karena teknik menawarkan yang kita
kuasai tetapi ketika customer ada kebutuhan dan perasaan kita ketika ditolak
oleh calon pelanggan. coba diperbaiki komunikasi intrapersonal dengan calon
pelanggan.
Seperti apa bicaranya? fokuslah pada apa
yang dia butuhkan. Kamu menawarkan olie ke dia, apa yang ia bisa dapatkan
keuntungan dari penawaranmu. Fokus disana. Banyak hal yang bisa kamu sampaikan,
mengapa ingin menawarkan kepada dia. Misalnya apa? Saya inginkan bapak dapat
manfaat dalam transaksi ini, saya inginkan bapak dapatkan keuntungan lebih termasuk
saya akan bantu hitungkan kebutuhan bapak dan bapoak selalu mendapatkan jaminan
stock tersedia sehingga tidak mengorbankan penjualan ketika bapak membutuhkan
untuk truck bapak. Sampaikan komunikasi ini pada saat gelombang otak berada
pada kondisi alpha. Kamu juga perlu berlatih untuk dapat meningkatkan
konsentrasi dengan Latihan mind fokus exercise, seperti yang kita bahas tadi.
Pada kunjungan berikutnya (1 bulan kemudian),
salesgirl menemui dan menyampaikan terima kasih karena ia bisa memberikan sejumlah
uang yang telah diniatkan olehnya. Tak perlu berterima kasih, semua upaya yang
kamu lakukan itu karena keyakinan dan kesediaan kamu belajar dengan cepat. Semua
orang berbuat kebaikan tentu demi nama baiknya, demi kebaikan dirinya. Dan kamu
telah lakukan dengan baik.
Pesan yang perlu diingat, selalulah
berprasangka positif karena persangkaan itu adalah wujud permintaan yang
dipanjatkan kepada Pencipta. Prasangka baik melahirkan semangat untuk mencari
solusi tentang Tindakan tepat yang perlu diambil. Tak ada kegagalan ketika kita
berpikir sebelum melakukan Tindakan.
Salam improvement
Bila bermanfaat, bagikan melalui :