
Bagikan melalui :
Mengubah Job Description tentu mendapatkan
tantangan, tetapi tantangan ini bukan berasal dari karyawan yang ditambahi
uraian tugasnya. Justru dari pihak HRD dan leader. Job Description itu uraian
tugas yang didesain dengan didahului oleh desain Struktur Organisasi. Jadi desain
job des harus sesuai dengan pembagian tugas yang ditetapkan dalam struktur
organisasi.
Kami sadar bahwa perubahan tidak bisa
dipaksakan, ketika dipaksakan akan berlaku hukum perubahan yaitu penolakan.
Semakin besar perubahan yang dikehendaki maka semakin besar pula penolakan.
Kami berikan pemahaman dengan lebih dulu menyepakati apa yang menjadi dasar
berpikir rekan HRD dan Leader.
Pertanyaan yang perlu untuk mendapatkan
jawaban adalah untuk apa struktur organisasi dibuat? Mereka sepakat agar dapat
mencapai sasaran. Apakah struktur organisasi harus seperti desain saat ini?
tidak harus bisa berubah, ini masuk ranah Organization Development. Jadi
sepakat bahwa struktur organisasi tidak harus berdasar fungsi, bisa juga
matriks, berdasar produk, bisa juga horizontal atau flat organization. Pada
dasarnya struktur organisasi didesain untuk tujuan tercapai sasaran.
Sasaran organisasi adalah pencapaian
PQCDSM, karena sukses juga mengandung unsur humanity. Ketika ada yang tidak
efisien maka harus diefisiensikan bagaimana caranya. Ketika karyawan masuk
kerja, ternyata mesin belum panas sehingga ratusan tenaga kerja menunggu mesin
panas, berapa jumlah kerugian dari pemborosan waktu menunggu ini.
Dipabrik karung plastic, pemanasan mesin
dilakukan oleh pengawas. Ketika pengawas harus masuk lebih awal 2 setengah jam
sebelum jam kerja untuk memanaskan mesin, tetapi ada kendala terlambat. Tak ada
jaminan bahwa ia selalu disiplin datang tepat pada jam yang disepakati. Apalagi
jika disebut loyalitas dan dihitung lembur tidak sesuai dengan ketentuan.
Kami menawarkan untuk mengalihkan fungsi
memanaskan mesin kepada bagian security karena securitu bisa diatur jadual
masuk kerjanya dan tidak perlu dibayar lembur. Tantangan berikutnya adalah
bagaimana ia memahami mesin dan bagaimana jika ada resiko? Apakah ketrampilan
ini tidak bisa dikuasi oleh orang lain? Bagaimana resiko dapat diminimalisir?
ya orang tersebut bisa memahami dengan benar. Penguasaan bisa diajarkan. Yang
menjadi pertanyaan berikutnya adalah bagaimana jika pengawas tidak bersedia
untuk mengajarkan ketrampilan ini?
Setelah terjadi kesepakatan, maka program
dijalankan. Security terpilih dimana pengawas juga turut serta menentukan
seleksinya agar ada Kerjasama yang bai kantar mereka. Security akan mendampingi
pengawas sebanyak 6 kali, diawal hanya melihat bagaimana pengawas bekerja.
Tahap berikutnya security mencoba dan diawasi oleh pengawas. Pengawas
memberikan dasar-dasar ketika ada masalah di mesin. Pengawas yang ikut tanda
tangan pada sertifikasi yang diterbitkan agar tumbuh rasa tanggung jawab dari
pengawas dalam mendidik security.
Bagaimana dengan kompensasinya? HRD
mengusulkan 1 kali uang lembur dibagi dua dengan pengawas. Security mendapat
kompensasi atas ketrampilannya sebesar 110 ribu per bulan dan pengawas
mendapatkan imbal jasa sebagai pelatih sebesar 60 ribu per bulan. Dengan
demikian terjadi efisiensi 3 x lembur per minggu dan menurunkan pemborosan
karyawan menunggu mesin panas untuk dapat bekerja.
Dampak bagi konsultan, ternyata owner
memberikan imbalan terima kasih sebesar 35 juta. Kami menolak dan melaporkan
pada bos karena kami diajarkan tentang integritas. Bagaimana kamu bisa menerima
uang ini, apakah diberikan langsung oleh owner (direksi), tanpa perantara. Kalau
begitu saya mau ketemu ownernya sendiri. Pada waktu yang dijanjikan, ternyata
saya juga diminta hadir oleh bos. Hasil pembicaraan, klien tetap menghendaki
untuk memberikan penghargaan dan menolak pengembalian uangnya. Jika dikehendaki
untuk menaikkan biaya konsultasi, saya bersedia untuk penanganan berikutnya.
Pelajaran yang dapat dipetik dari kasus ini
adalah jobdes dibuat untuk capai sasaran organisasi bukan hanya untuk
pencapaian bagian.
Salam improvement
Bila bermanfaat, bagikan melalui :