
Bagikan melalui :
Banyak pengelola SDM mengetahui
penyimpangan yang terjadi di perusahaan. Umumnya lebih menguasai data
kedisiplinan hadir karyawan. Sedangkan penyimpangan operasional lebih banyak
diketahui dan dikuasai oleh leader operasional. Namun menjadi tugas HRD, ketika
permasalahan ini terus berulang, HRD perlu menyiapkan program pelatihan yang
tepat.
Langkah yang perlu dilakukan HRD adalah
melakukan identifikasi apa yang menjadi sumber karyawan melakukan penyimpangan
atau tidak melakukan tindakan kerja sesuai SOP. Perlu identifikasi :
-
Apakah karyawan tidak
mengetahui bahwa tindakan yang dilakukan itu suatu penyimpangan?
-
Apakah karyawan tidak paham
bahwa disiplin itu baik, disiplin dan tanggung jawab ciptakan karyawan menjadi
dipercaya, disiplin yang menyebabkan karyawan disenangi bahkan bisa membuka
peluang karir?
-
Apakah karyawan tidak paham
bahwa customer service adalah memberikan pelayanan kepada pelanggan, memberikan
pelayanan yang memuaskan, mengutanakan pelayanan prima kepada pelanggan?
-
Apakah karyawan tidak tahu
bahwa mereka harus terus melakukan perbaikan diri, melakukan peningkatan skill,
dan diharapkan mampu memberikan kontribusi dengan kinerja dan sikapnya?
-
Apakah karyawan tidak paham
bahwa mereka harus mengerjakan sesuai dengan SOP yang ditetapkan?
Ketika semua pertanyaan tersebut dijawab
dengan karyawan tahum paham, mengerti tentang apa yang harus dikerjakannya.
Maka solusi atas permasalahan penyimpangan bukanlah pelatihan. Ketika kita
memberikan pelatihan pada karyawan yang sudah tahu, maka tak ada isi yang
mereka tambahkan. Sama halnya dengan manager hotel bintang 5 memberikan
sequence of service untuk karyawan restaurant yang telah bekerja diatas 15
tahun. Mereka bukannya mendapatkan hal baru. Mereka tertarik dengan pembawaan
sang trainer yang memang piawai dalam membawakan materi yang disertai
joke-joke.
Ketika karyawan yang telah bekerja lebih
dari 2 tahun, tentu paham tentang pentingnya SOP. Mereka juga telah menerapkan
sesuai SOP yang diyakininya. Jika ada kurang detail itu kesalahan dilakukan
oleh leader yang membiarkan karyawan mengerjakannya dalam periode 2 tahun.
Cara cepat mengurangi penyimpangan adalah
memberitahukan pada mereka penyimpangan apa yang mereka lakukan. Menjadi
tantangan HRD adalah menyampaikan penyimpangan yang membuat karyawan berpikir.
Jika penyimpangan disampaikan secara lisan dan tanpa melibatkan aktifitas
berpikir maka yang ada dalam benak karyawan adalah "saya sudah tahu". Namun
jika disajikan dengan persoalan yang menyebabkan karyawan berpikir, maka mereka
penasaran kenapa kog belum capai nilai yang ditetapkan.
Bagaimana dengan sumber penyebab dari
leader yang cenderung membiarkan penyimpangan terjadi, bagaimana membuat leader
berani menyampaikan kepada karyawan perihal penyimpangan, apa alat bantu yangh
dibutuhkan untuk memudahkan leader dalam memberikan bimbingannya, bagaimana dukungan
HRD dalam pelaksanaan pembinaan sehingga mengurangi tekanan yang ada pada
pikiran leader tentang sikap karyawan. Leader yang umumnya diangkat berdasar
atas lama kerja, memang perlu dibantu. Bagaimana membuat pemantauan program ini
dijalankan.
Perubahan tidak hanya dari sisi leader,
tetapi juga karyawan. Dengan menyusun soal yang sesuai dengan kejadian di
perusahaan maka akan terjadi percepatan perubahan. Ketika materi disusun :
-
Karyawan yang merokok didepan
dapur, diperbolehkan. Hal terpenting ia tak melakukannya di jam kerja dan
setelah merokok pakaian harus diberi pengharum.
Seluruh karyawan mengetahui bahwa merokok di depan dapur
tidak diperbolehkan. Mereka juga tahu bahwa bau rokok tak bisa dihilangkan
dengan parfum. Ketika rekan karyawan tahu akan terjadi peluang untuk saling
mengingatkan antar karyawan. Karyawan yang tahu, juga jauh lebih mudah untuk
diingatkan, ditegur dan bersedia diberikan pembinaan dan konsekuensi.
Percepatan perbaikan terjadi karena mereka diberitahu penyimpangannya.
-
Ketika ada karyawan yang
menyampaikan, bahwa percuma mengikuti program pelatihan, karena tak berpengaruh
pada kenaikan gaji kita.
Karyawan yang menjawab benar akan berpikir kembali
ketika ia tak dapat menyelesaikan penugasan Latihan berpikirnya. Karyawan
secara nurani juga mengetahui bahwa belajar adalah diperintahkan, belajar yang
membuat perbaikan, belajar adalah wajib. Karyawan juga mengetahui bahwa
pernyataan tersebut pernah dilontarkan oleh managernya. Sang manager juga
mengetahui perkataan yang dia pernah lontarkan adalah salah. Banyak perubahan
yang dihasilkan dengan Latihan berpikir yang diterapkan.
-
Sopir yang menyiapkan
kendaraannya sebelum jam masuk kerja, tentu menunjang kecepatan muat dan
berpeluang dapat melakukan pengiriman lebih pagi dan menghindari kemacetan
dijalan. Karyawan yang mengerjakan persoalan kasus ini tahu bahwa mereka
diharapkan masuk lebih awal dan membersihkan kendaraannya pada sore hari
sebelum pulang. Karyawan menyadari perlunya berangkat lebih awal dalam
pengiriman adalah untuk menghindari kemacetan dijalan. Bagi pengawas kasus ini
dapat menjadi perhatiannya dan menumbuhkan keberanian dan rasa peduli untuk
mewujudkan kecepatan pengiriman.
Salam improvement
Bila bermanfaat, bagikan melalui :